Ada yang Tahu Siapa Namanya?

Setiap kali aku duduk di sini, di sebuah serambi masjid. Ia selalu datang berjalan dari arah utara ketika adzan berkumandang. Membawa tas dalam dekapan, jalan menunduk dan langkah yang gesit. Meski tidak setiap hari aku duduk di sini, tapi setiap kali di sini ia selalu datang dengan cara yang sama. Aku menatap sekitarku. Kira-kira, ada yang tahu siapa namanya?

Aku tidak mengenalinya dan tidak berusaha mengenalkan diri. Ingin tapi tidak tahu caranya. Ingin tapi malu untuk mulai bertanya. Padahal urusan ini sebenarnya sederhana, tapi tidak bagi orang-orang sepertiku. Padahal apa susahnya. Seandainya aku tahu siapa namanya.

Aku tidak tahu ia menyadari kehadiranku atau tidak seperti aku yang selalu menyadari keberadaannya. Meski tatap mata kita tidak pernah bertemu. Meski berpapasan beribu-ribu. Kita tidak ada salam, bahkan tidak ada senyum. Meski aku tahu kemudian hari ternyata lingkaran pertemanan kita beririsan. Aku masih tidak bisa bertanya pada teman tentang siapa namanya. Padahal apa susahnya. Urusan ini sederhana, tapi tidak bagi orang-orang sepertiku.

Aku ingin mengenalnya tapi malu. Aku melihat di sekitarku, mencari tahu sendiri jawabnya. Ada yang tahu siapa namanya?

Bandung, 16 Agustus 2014 | ©kurniawangunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *