Nanti Kita Pulang ke Rumah

Menemukan kembali makna kebahagiaan setelah bertahun-tahun tidak bisa merasakan kebahagiaan yang benar-benar bahagia. Karena semuanya terasa semu, saat tertawa bersama teman dan kembali ke rumah, semuanya kembali terasa kosong.

Menemukan kembali makna kehadiran, setelah bertahun-tahun tidak bisa merasakan kedekatan dengan siapapun. Hidup terasa sendirian meski terlihat memiliki banyak teman.

Menemukan kembali makna kasih sayang, setelah bertahun-tahun hidup dengan kepura-puraan. Berkali-kali dipatahkan ketika perasaan sedang akan mekar kepada seseorang.

Nanti kita akan pulang ke rumah, setelah perjalanan yang jauh, pencarian yang melelahkan, percayalah. Suatu hari, kita akan pulang ke rumah.

 (c)kurniawangunadi

Akankah Menjadi Lebih Baik?

Andai yang dulu datang adalah kamu, akankah semuanya menjadi lebih baik? 

Andai yang dulu ditunggu-tunggu akhirnya datang, akankah semuanya menjadi lebih baik? 

Apakah semuanya kita sangka akan menjadi lebih baik, jika kita bisa mengulang yang pernah terjadi dan mengambil ulang keputusan yang pernah kita buat dan memperjuangkan lebih kuat untuk hal-hal yang kita inginkan? Apakah semuanya akan menjadi lebih baik, sedang kita sendiri tidak benar-benar tahu tentang yang terbaik untuk kita?

Bukankah kekecewaan itu lahir dari berandai-andai, dari ukuran-ukuran kita yang keliru tentang rasa syukur, dari prasangka-prasangka kita yang kita turuti.

(c)kurniawangunadi

Menyangka Bahwa Ia Adalah yang Terbaik

Dahulu, sempat segala sesuatunya kusangka akan sesuai rencana. Segala perjuangan itu akan berakhir pada kemenangan. Lambat laun, seiring berjalannya waktu dan bagaimana keadaan membisikan sedikit demi sedikit tentang segala kemungkinan yang terjadi.

Aku menjadi paham jika prasangkaku hanya sekedar prasangka. Tidak lebih. Dan kini kutemui, apa-apa yang terbaik itu tidak pernah ada dalam takaran manusia.

Malang, Maret 2018

Akhirnya Paham

Suatu hari, kita akan paham bagaimana rasanya mengalah dan bahagia. Saat kita tidak lagi berpikir tentang menang dan kalah dalam hidup ini. Saat kita tidak lagi sibuk membangun anggapan tentang diri. Saat kita memiliki hati yang sudah pandai untuk bersyukur. Diri yang bersedia berjuang dan berkorban, namun ikhlas terhadap ketetapan. Semua itu akan ada masanya. Untuk mencapai masa itu, kita perlu melewati setiap detail perjalanan kita saat ini, sebaik-baiknya 🙂