CeritaJika #42 : Jika Istrimu Seorang Penyakitan

Mungkin kau harus banyak bersabar dan belajar ikhlas. Bukan tidak mungkin, setiap pagi kau akan mendapat istrimu meringkuk di atas kasur, meringkuk sebisa ia bisa, mungkin hingga tubuhnya hanya mengambil 1/9 bagian dari luas kasur. Di dalam dua atau tiga lapis selimut. Kedinginan. Kau harus banyak bersabar ketika tengah malam kau harus terbiasa terbangun karena mendapatinya duduk di pinggir kasur, terbatuk-batuk.

Sebuah hal biasa adalah istrimu tiba-tiba menggenggam jari tanganmu di dalam tidurnya. Kau akan merasa sangat dibutuhkan. Ia akan terus mencarimu, bahkan di dalam tidurnya, di bawah alam sadarnya, hingga ia merasa aman di sampingmu.

Kau juga harus terbiasa menjadi ayah dan merangkap menjadi seorang ibu ketika istrimu sakit. Merawat anak-anakmu, padahal kau juga lelah sepulang kerja. Kau harus terbiasa mendengarkan keluhannya, kesakitannya, padahal kau juga begitu inginnya berkeluh kesah tentang apa-apa yang kau alami seharian.

Jika istrimu seorang penyakitan, ia adalah seorang yang tidak enakan. Suatu hal yang wajar ketika ia menolak segala bantuan yang kau tawarkan. Jangan sakit hati. Bukan karena tidak menghargaimu, tapi ia hanya tidak mau membuatmu repot lebih jauh lagi. Ia akan sering berbohong, tentang sakit yang ia rasakan. Bukan karena ia tidak percaya padamu, ia hanya tidak ingin menambah beban pikiranmu. Lalu akan sering kau mendapati ia berbaring di kasur, memandangimu, mencoba tidak mengganggumu, karena cuma itu yang bisa ia lakukan.

Istrimu, ia akan panik ketika kau sakit, ia akan melawan segala keterbatasan dirinya untuk merawatmu. Melupakan sejenak bahwa ia sedang sakit. Semata-mata hanya karena khawatir jika kau merasakan yang ia rasakan. Yang ia tahu setidak enak itu rasanya. Prioritas utamanya ialah menjaga kesehatanmu dan anak-anak kalian. Sedapat mungkin menjauhkan keluarganya dari banyak penyakit yang ia biasa alami.

 Jika istrimu seorang penyakitan, kau akan bahagia dalam ikhlas. Kau akan menjadi satu-satunya orang yang istrimu andalkan. Kau akan sering mendapati ia menangis. Bukan karena sakit, seorang wanita cukup handal dalam menyembunyikan sakit yang ia rasakan. Tapi karena bahagia, dan begitu bersyukur karena memilikimu di dunia ini. Seorang yang bisa diandalkan. Seorang yang bisa dipercaya. Seorang yang secara otomatis ia sebut dalam doa, saat ia berterimakasih pada Tuhan karena telah menciptakanmu ke dunia ini untuk berada di sampingnya, istrimu.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

pengirim :

Keisara Maudy Namina

Mahasiswi Teknik Pertambangan – Institut Teknologi Bandung

CeritaJika project

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *