CeritaJika #43 : Jika Istrimu Seorang Arsitek

Kehidupan seorang arsitek tidaklah mudah. Aku harus bekerja keras memikirkan konsep kemudian berusaha untuk mewujudkannya menjadi nyata dengan bayaran yang sejujurnya tidaklah sebanding dengan apa yang aku telah berikan. Waktuku, tenagaku yang dari dulu bahkan sampai sekarang tidaklah dihargai dengan sebagaimana mestinya. Seringkali aku hanyalah menjadi budak desain seorang klien di mana pada akhirnya klienku yang berbicara dan aku yang mengikuti alurnya.Sedikit dari aku yang pada akhirnya bisa benar-benar mewujudkan cita-cita masa kecilnya untuk benar-benar menjadi seorang arsitek.

Aku harus membagi waktuku untuk bekerja dan mengurus rumah.Jika kelak istrimu adalah seorang arsitek tolonglah mengerti dirinya yang mungkin akan setiap hari menghabiskan waktu di depan laptop dan meja gambar di rumah untuk mendesain sebuah bangunan permintaan kliennya.Bersabarlah menghadapinya yang mungkin akan sering mengeluh tentang betapa berat pekerjaanya.Tugasmu hanya satu yaitu duduk diam di sampingnya untuk mendengarkan keluh kesahnya.Mungkin dia akan sering mengajakmu berdiskusi untuk menentukan desain mana yang cocok terhadap proyek baru.Kau hanya cukup menjawab danmemberikan alas an kenapa kau memilih desain tersebut.

Maklumlah jika dia sering kali mendebatmu dalam berbicara terutama atas jawaban tentang pemilihan desainmu tadi.Merupakan bagian dari pekerjaanku untuk menjadi orang yang pintar bebrbicara dihadapan klien terutama dalam hal mempertahankan konsep yang telah aku buat.

Jika istrimu seorang arsitek,mengertilah dia jika ia tidak secantik wanita lain di luar sana.Jika ia jarang berdandan karena baginya maket dan desainnya lebih penting untuk didandani ketimbang dirinya.Mengertilah bahwa mungkin karena jarangnya ia tidur menyebabkan wajahnya tidak selalu terlihat segar di matamu.Namun,janganlah khawatir karena ia pasti akan menyambutmu dengan senyuman setiap kali kamu pulang dari tempatmu bekerja atau setiap kali ia bertemu denganmu dan anak-anak kalian.Karena di matanya kalian tetaplah sesuatu yang lebih berharga dibanding dengan pekerjaannya yang memlelahkan itu.

Jika istrimu seorang arsitek,peluklah ia ketika engkau melihatnya tertekan seperti memikul beban berat.Mungkin istrimu ini baru saja mengalami hari yang berat,mengkin desainnya baru saja ditolak.Ketahuilah bahwa dia hanya memerlukan teman hidup untuk bersandar,bergantung,dan menyemangatinya di saat-saat seperti itu.

Jika istrimu seorang arsitek,ketahuilah bahwa kamu baru saja menikahi seorang wanita yang kuat. Aku telah bertahan dengan tuntutan banyak tugas sedari kuliah,melewati banyak revisi dari banyak dosen dan berusaha untuk bertahan di dunia yang telah menjadi mimpiku sedari kecil. Ketahuilah bukanlah hal yang mudah terutama bagiku untuk melewati ini semua terutama bekerja ketika aku nanti sudah berkeluarga. Pahamilah aku jika tidak mau melepaskan pekerjaanku setelah menikah denganmu karena untuk meraih ini semua bukanlah hal yang mudah yang bisa aku lepaskan begitu saja.

JIka istrimu seorang arsitek, ketahuilah bahwa aku selalu memikirkan keluarga kita setiap kali aku harus bekerja, terutama ketika aku diharuskan pergi ke proyek yang jauh di sana. Aku akan selalu berusaha menyempatkan waktu untuk berada di rumah dan berbicara dengan anak-anak. Secinta apapun aku dengan pekerjaan, ketahuilah bahwa prioritasku tetaplah kalian,keluarga kita. Hargailah setiap usahaku untuk bangun lebih pagi ataupun menyempatkan diri untuk menyiapkan sarapan walau aku harus melembur di malam sebelumnya.

JIka istrimu seorang arsitek. Ketahuilah bahwa baginya momen berharga dalam hidupnya bukanlah ketika desainnya bisa dikenang oleh khalayak ramai namun ketika ia bertemu dan membangun keluarga bersamamu.

– – – – – – – – – – –

pengirim :

Virginia Trisna

Arsitektur-Universitas Gajah Mada

CeritaJika project

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *