CeritaJika #48 : Jika Istrimu Seorang Broadcaster

Memilih masuk ke dalam industri media artinya telah menyerahkan jiwa dan raga untuk dunia. Mengapa? Karena media memiliki tanggung jawab yang besar atas berubahan dan perkembangan zaman di dunia ini. Jika istrimu seorang kuli media, hal yang kufikirkan pertama kali untuk kusarankan adalah kamu harus bangga. Bangga di sini bukan perkara dia memakai pakaian seragam yang menurut banyak orang awan itu sesuatu yang keren. Bangga di sini karena istrimu telah cukup banyak melihat dunia secara langsung. Setidaknya ini bekal baik untuk mendidik anak-anakmu kelak.

Kuli-kuli media bekerja 24 jam dalam seminggu dengan waktu istirahat yang tidak pasti. Jangan heran kalau kami tidak seperti wanita kantoran yang cepat mengeluh karena penat, bukan karena kami tomboy, tapi kami sadar kami harus kuat dan berani. Kami bekerja tidak hanya menggunakan tenaga, tapi fikiran kami di-push untuk lebih cepat dan tanggap dalam setiap bekerja, bahkan ketika kami sedang harus mengeluarkan otot dalam proses produksi, kreativitas kami tetap harus berjalan dengan batas yang disebut deadline. Kami multitasking. Kami tidak bisa mengeluarkan hal yang asal-asalan, kami harus banyak meriset, harus membuka fikiran, harus membuka ruang, membuka pergaulan untuk mencari ilmu langsung, kami diberikan tanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa melalui sebuah sajian. Tolong jangan marahi kami ketika kami sampai di rumah nanti kami ingin dimanja dan dipeluk, bukan karena kami cengeng, tapi kasih sayang dan perhatian keluarga adalah obat terbaik untuk me-refresh otot dan otak kami. Di luar kami memang kuli, berjuangan tidak ingin dikalahkan oleh emosi dan keluh. Namun di rumah kami tetaplah seorang wanita, seorang istri yang butuh diperlakukan lemah lebut dan menjalani segala perintah suami.

Untuk zaman sekarang, kami bekerja di pertengahan garis. Bekerja untuk perusahaan yang membayar kami untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dari rating- share, dan bekerja untuk rakyat yang membutuhkan kami, butuh dihibur dan dicerdaskan. Fungsi kami bukan hanya sekedar membuat sajian siaran yang menghibur dan mengedukasi, dunia penyiaran ditujukan pula untuk kepentingan publik. Jadi jangan cemburu kalau ada suatu waktu istrimu cukup banyak lebih meluangkan waktu untuk pekerjaannya. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk negeri ini, untuk menjadikan negeri ini lebih baik lagi, dan kita (aku, kamu, dan anak kita) juga bagian dari negeri ini.

Kami berjalan mencari celah ke setiap pelosok wawasan dan anak-anak ilmu pengetahuan agar apa-apa yang kami sajikan adalah hal baru yang dapat mencerdaskan penonton. Jangan takut anakmu akan kekurangan wawasan, ibunya adalah pengatur panggung lakon yang dieluh-eluhkan setiap masyarakat. Jangan takut anakmu akan kekurangan perhatian, ibunya adalah pemerhati setiap detak detik roda dunia yang memiliki sebab akibat. Jangan khawatir dia akan melupakanmu, karena sekuat-kuatnya wanita, kamu yang telah dipilihnya adalah tempat terbaik, selimut paling hangat, lengan paling kuat untuk melindunginya, jari paling lembut untuk menghapus dukanya, dan figur yang paling bisa diandalkan untuk mengatur hidupnya. Keluarga adalah surga dunia untuk anak-anak media.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

pengirim :

Imelda Maizardi Idrus

Broadcasting – Universitas Indonesia 2010

Creative Global TV

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Tentang proyek menulis ceritaJika klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *