Cerpen : Suatu Ketika Sedang Berjuang

Ayahmu pernah berkata bahwa yang terbaik bagi puterinya
bukanlah segala hal yang ada padaku. Aku yang kala itu tidak mengerti,
seolah semuanya tampak abu-abu. Sampai aku bertanya-tanya, apakah semua
ayah di dunia ini seperti ayahmu?

Aku berusaha menyangkal bahwa
aku masih berjuang, berproses, bertumbuh. Tapi, ayahmu tidak mau tahu
tentang itu. Karena aku memintamu saat ini, bukan saat aku sudah menjadi
segala sesuatu yang meyakinkan.

Sampai kita berbicara satu sama
lain. Sepertinya, jalan yang kita tuju bukanlah jalan yang selama ini
kita cari. Kita bersinggungan sejenak dalam hidup ini. Kamu yang
berusaha menjadi anak  berbakti dan aku yang berusaha menerima kenyataan
bahwa aku bukanlah segala sesuatu yang ayahmu inginkan.

Setelah
banyak waktu berlalu. Apakah kita sudah berhasil menarik pelajaran
berharga dari semua kejadian itu? Selepas semua perasaan yang kita
rasakan, sudahkah kita berhasil memahami mana yang baik, mana yang
tidak?

“Coba ingat-ingat lagi sebenarnya apa yang kita
perjuangkan, apakah kamu hanya memperjuangkan seseorang untuk menjadi
pendampingmu, atau memperjuangkan ibadahmu. Jika memang untuk ibadahmu,
sebenarnya, dengan siapapun kamu bisa melakukannya, tidak harus
denganku. Semoga kita bisa ikhlas menerimanya.”

©kurniawangunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *