dari Ayah kepada Bayi Perempuannya.

Aku punya dunia yang dulu amat ingin kukejar, sebelum kau hadir dan menjadi duniaku. Saat aku mulai memahami perasaan cinta yang bisa membuatku berkorban lebih dari sebelum-sebelumnya. Saat aku mulai bisa merasakan detak jantungmu yang merambat melalui udara, mengatakan bahwa engkau mencintaiku. Dan kujawab, “Aku lebih dari itu.”

Aku punya dunia yang dulu amat ingin kegenggam, ku simpan dalam saku bajuku. Aku ingin menjadi ini dan itu, menjadi seseorang yang dikagumi seisi dunia. Itu sebelum kau hadir. Impian itu tidak berubah, hanya saja aku ingin menjadi yang terbaik untukmu, duniaku saat ini. Pengakuanmu, kebanggaanmu, dan kekagumanmu yang akan mampu membuatku memiliki segala-galanya.

Rasa cinta itu tumbuh bagai mata air. Aku tahu, akan ada banyak sekali kekhawatiran. Salah satunya kekhawatiran bahwa aku tidak bisa menjadi dan memberi yang terbaik. Namun, kala kau tumbuh nanti. Semoga kau mengetahui bahwa aku telah berjuang.

Kelak, waktu akan memberi tahumu bahwa seseorang yang menjadikanmu sebagai dunianya, takkan tiada oleh waktu. Ia hanya akan berubah dari kehadiran menjadi kenangan.

Yogyakarta, 27 November 2017 | ©kurniawangunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *