Genggamanmu

Kamu hanya bisa mengenggam sesuatu sesuai ukuran kepalan tanganmu, tak pernah lebih. Kalau memaksakan, tentu ia akan lepas dari tanganmu. Ukuran genggaman tanganmu berbeda dengan milik orang lain. Untuk itu, takaran atas segala sesuatu, berbeda setiap orang. Dan membandingkan antara diri kita dengan orang lain, tidak akan pernah memberikanmu jawaban yang memuaskan.

PemberianNya terukur dalam takaran kebijaksanaan yang sulit kamu pahami dan seringnya baru dipahami belakangan.

Setiap kejadian, setiap rezeki, segala sesuatu yang ada di hidup kita adalah takaran yang terbaik untuk diri kita, kita sajalah yang sering salah memahami maksudNya. Kita yang sering suka menerka-nerka, menghubung-hubungkan kejadian yang satu dengan yang lain sebagai pembenaran atas asumsi kita. Kita sering merasa ada ketidakadilan, padahal kita sendiri yang tidak adil pada diri sendiri karena membanding-bandingkan.

Apa yang ditakdirkan menjadi milikmu tidak akan pernah menjadi milik yang lain. Hanya saja, seberapa sering kita merelakan apa yang kita genggam untuk diberikan kepada yang lain. Bukankah kepemilikan yang hakiki itu ketika kita membelanjakan rezeki itu di jalanNya? Bukan yang terus menerus kita genggam erat.

©kurniawangunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *