Menginspirasi dan Memplagiasi

Ada beda yang mendasar antara menginspirasi dan memplagiasi.

Ketika kita terinspirasi oleh sebuah tulisan kemudian memuat ulang tulisan itu dan menginterpretasikannya sesuai dengan pikiran kita, dimana letak susahnya menyertakan sumber inspirasi. Apalagi jika yang kita lakukan adalah penambahan dan pengurangan kata. Bukankah itu justru menjadi plagiasi.

Orisinalitas sangat penting dalam berkarya, jika saya secara terang-terangan terinspirasi oleh HAMKA, maka akan terlihat bahwa bahasa, penyampaian, dan cara berpikir saya sangat terpengaruh oleh karya-karya beliau. Dan saya menciptakan orisinalitas yang berbeda agar tidak menjadi sama, dan tidak ada yang salah dengan terinspirasi oleh satu tulisan atau karya atau seseorang.

Sementara plagiasi, secara terang-terangan kita mengakui bahwa sebuah karya adalah milik kita seorang tanpa, buah pikir pertama, dan menghilangkan sumber inspirasi. Jika diibaratkan skripsi, kita tidak menyertakannya dalam daftar pustaka.

Apa yang sebenarnya dicari dari sebuah plagiasi? Pengakuan bahwa kamu telah menghasilkan sesuatu yang mengagumkan? Sama sekali tidak mengagumkan jika ketahuan kan?

Mari sekali lagi saya mengajak teman-teman di dunia maya ini untuk belajar mengapresiasi, teman baikku malam ini bercerita tentang karyanya yang telah berpindah ke halaman lain tanpa sitasi. Dan seperti biasa saya melakukan riset yang cukup mudah, google sangat membantu untuk melacak plagiasi.

Simak tulisan ini : KLIK DISINI

Maka tulisan ini akan berkaitan dengan tulisan teman baik saya disini : Langit Kemarin

Kemudian tulisan ini : KLIK DISINI

adalah himpunan 3 tulisan teman saya yang berjudul : Langit Kemarin, Kau tidak Akan Tahu, dan Karena Tidak Seorangpun Mengerti Sepenuhnya.

Mohon maaf kepada akun kokoliqo.tumblr.com karena telah saya buat terkenal, semoga ini menjadi pembelajaran yang berharga untuk belajar apresiasi. Teman saya bersedih malam ini karena merasa anak-anaknya pikirannya tercuri. Dan jangan dijadikan tulisan ini sebagai bentuk penyerangan, sayang sekali saya tidak bisa menyampaikan secara privasi sebab tidak ada fitur fanmail dan ask yang bisa saya klik di halamannya. Sepertinya pengaturannya di non-aktifkan. Saya berharap nasihat terbuka ini dapat diterima dengan baik 🙂

Semoga menjadi pembelajaran juga untuk kita semua yang ada disini, dan untuk siapapun yang bisa mengirimkan pesan melalui fanmail kepada akun tersebut untuk menyampaikan postingan ini. Semoga pemiliknya sedang lupa untuk menyertakan sitasi 🙂

Selamat berkarya dan be original 🙂

Bandung, 16 Juli 2013

?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *