Ramadhan #11 : Remeh

Tulisan ini adalah bagian dari proyek 30 Hari menulis selama bulan
Ramadhan 1437 H. Tulisan ini dibuat oleh ©kurniawangunadi dan akan
dimuat pada pukul 03.25 setiap hari sepanjang bulan ramadhan. Semoga
tulisan ini bisa memberi banyak pemahaman baik.

Tentu pernah dari mulut kita keluar kata-kata yang merendahkan orang lain. Kata-kata yang sepertinya berniat baik, padahal tidak. Kata-kata yang sepertinya ingin mengingatkan orang lain, justru terlihat ingin mengangkat diri sendiri dengan menjatuhkan orang lain.

Semisal: “Jangan pernah percaya kata motivator, tidak berguna. Kamu yang tahu hidupmu!” . Di luar sana, ada begitu banyak orang yang tidak seperti kamu, atau seperti kita. Butuh penguatan dari luar dan juga butuh diberi tahu tentang siapa dirinya. Sebab itulah lahir profesi Motivator dan saya percaya bahwa apa yang motivator lakukan itu baik. Pikiran kita yang picik. Kalau kita tidak membutuhkannya, orang lain belum tentu.

Sesederhana itu dan sering kali pula kita menggunakan kalimat-kalimat lain untuk meremehkan sesuatu. “Ah cuma gitu doang” dan sebagainya. Sesungguhnya, dari hal remeh-remeh itu pulalah surga dan neraka begitu dekat.

Pernah mendengar cerita tentang seorang pelacur yang memberi minum hewan yang kehausan? Bukankah itu terlihat jauh lebih remeh daripada kita shalat setiap malam sepanjang tahun dan menghafal semua ayat dalam Al Quran?

Aku merasa, bagi Allah tidak ada yang remeh. Sesederhana kita mengamalkan sunah rasul seperti makan dan minum sambil duduk (tidak berdiri), masuk kamar mandi/toilet dengan kaki kiri terlebih dahulu, makan/minum dengan tangan kanan, dan hal-hal lain yang sebenarnya begitu sederhana tapi kita meremehkannya. Bukankah dari hal-hal sederhana itu pula ada ahli ibadah yang terlempar ke neraka?

Sampai kapan kita akan dengan mudah meremahkan segala sesuatu, baik itu pekerjaan ataupun seseorang. Apakah kita sudah lebih baik?

Kalau tidak mampu berkata baik, bukankah lebih baik diam? Kalau tidak bisa membantu kehidupan orang menjadi lebih mudah, paling tidak kita jangan menjadikannya lebih sulit dengan kata-kata kita.

Semoga Allah melindungi kita dari kata-kata yang tidak berguna, yang keluar dari mulut kita. Aamiin.

©kurniawangunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *