Ramadhan #13 : Menjadi Dedaunan Pohon

Tulisan ini adalah tulisan 13/30 selama bulan Ramadhan 1435 H. Dimuat selepas subuh, semoga bermanfaat.

Hidup kita seperti dedaunan pohon. Tumbuh dari kecil hingga menjadi besar. Hingga daun mampu menangkap sinar-sinar matahari dan membuatnya menjadi bermanfaat. Daun yang memberi kehidupan kepada pohon, kepada makhluk-makhluk lain. Daun yang membuat teduh sekitarnya.

Hingga pada saat masanya tiba. Masa dimana daun tidak lagi mampu melaksanakan tugasnya. Ia gugur. Lepas dari tangkainya. Jatuh dihempaskan angin tanpa tahu hendak dibawa kemana. Jatuh diatas tanah, berserakan. Dan ia kembali melebur ke dalam tanah.

Hidup kita seperti dedaunan pohon. Hendak setinggi apapun kita hidup di dunia. Memberi kehidupan di sana dan berusaha memberi manfaat. Pada akhirnya kita akan lepas dari dunia, lepas dari tangkainya. Jatuh dan kemanapun angin membawa pergi. Pada akhirnya tanah menjadi tempatnya kembali. Kembali melebur di dalamnya.

Daun yang jatuh tidak pernah dihiraukan. Hanya daun-daun segar yang nambah menyenangkan. Siapa sangka, daun yang jatuh ini akan membuat tanah menjadi subur. Menjadikannya penuh makanan untuk sang pohon.

Kehidupan kita seperti dedaunan pohon. Ada yang jatuh sebelum dia kering, ada yang dimakan ulat bulu, ada yang layu. Kita tidak pernah tahu akan menjadi yang mana. Meski begitu, kita tahu. Kita tidak dilahirkan sia-sia. Harus ada yang gugur lebih dulu untuk menyuburkan tanah. Harus ada yang dimakan ulat agar dia bisa menjadi kupu-kupu. Ada yang harus menjadi sarang-sarang semut. Tapi pahamkah, bahwa ia bermanfaat saat hidup, bermanfaat pula ketika mati. Tidak hanya memenuhi tanah.

Kita tidak perlu berharap hidup kita akan baik-baik saja. Karena kita diciptakan untuk tujuan kita masing-masing. Di sanalah kita akan mengerti, betapa hidup kita yang seperti sulit sekali ini. Ternyata sangat bermanfaat. Kita menjadi sebab-akibat dari kehidupan-kehidupan di sekitar kita.

Kenalilah tujuan kita diciptakan, maka hidup kita akan terbimbing.

13 Ramadhan 1435 H | ©kurniawangunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *