Ramadhan #17 : Tersesat

Tulisan ini adalah bagian dari proyek 30 Hari menulis selama bulan
Ramadhan 1437 H. Tulisan ini dibuat oleh ©kurniawangunadi dan akan
dimuat pada pukul 03.25 setiap hari sepanjang bulan ramadhan. Semoga
tulisan ini bisa memberi banyak pemahaman baik.

image

Ada satu titik dalam hidup seorang manusia, ia kebingungan dalam menghadapi jalan yang dia tempuh. Padahal jalan itu adalah jalan yang sebelumnya ia pilih sendiri. Sehingga tidak ada alasan untuk menyalahkan siapapun atas segala hal yang menimpanya.

Ada titik lain juga dalam hidup manusia, ia kehilangan dirinya sendiri. Segala impian dan cita-citanya terlihat semakin jauh. Apalagi ditengah usia yang semakin bertambah, sementara rasanya ia belum menjadi siapa-siapa. Bahkan tegak dengan kaki sendiripun tidak, bahkan untuk mengambil keputusan pentingpun ragu. Ia kehilangan dirinya sendiri, dirinya yang dulu begitu bersemangat dan antusias, dirinya yang penuh cinta dan mata yang percaya diri. Hingga akhirnya, ia sibuk mencari dirinya sendiri.

Ada juga titik dimana keputusan harus segera diambil dan tidak ada waktu untuk berpikir. Disaat itulah ia mulai mengerti bahwa keputusan itu adalah keputusan tetap, menggema seumur hidup sampai mati. Sesekali ia menyesali dirinya yang tidak pernah bersiap untuk itu, dikali yang lain dia mendapatkan pengertian bahwa kepasrahan kepada Tuhanlah yang menyelamatkan.

Pada akhirnya, ia pun mengerti. Sejauh apapun ia mencari, pada akhirnya ia hanya bisa meminta.

“Yaa Allah aku mohon pilihan dengan ilmuMu dan Aku memohon ketetapan dengan kuasaMu. Ya Allah kalau engkau tahu, urusan ini baik untukku, dalam agamaku,
kehidupanku, dan kesudahan urusanku nanti, tetapkan dia untukku,
mudahkanlah dia untukku, dan berkahi untukku di dalamnya.”

©Kurniawan Gunadi

[sumber gambar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *