Ramadhan #19 : Hati yang Baik

Tulisan ini adalah bagian dari proyek 30 Hari menulis selama bulan
Ramadhan 1437 H. Tulisan ini dibuat oleh ©kurniawangunadi dan akan
dimuat pada pukul 03.25 setiap hari sepanjang bulan ramadhan. Semoga
tulisan ini bisa memberi banyak pemahaman baik.

image

Hati yang baik tentu terbuat dari waktu, waktu yang panjang. Melintasi perjalanan hidup yang istimewa, entah dengan liku atau lurus terjaga. Ada pemahaman baik yang tumbuh dengan berbagai kejadian, ada ilmu pengetahuan yang berjatuhan bagai bulir hujan, ada keimanan yang terang benderang seperti matahari siang di langit yang tanpa awan.

Hati yang baik tentu tidak jadi begitu saja. Ada ujian yang membuatnya berhasil bertahan. Ada luka yang menyakitkan, tidak pernah hilang, tapi ia berhasil memaafkan. Ada perasaan yang penuh sesak akan kerinduan, tapi ia berhasil menahan diri. 

Hati yang baik tidak dimiliki oleh sembarang orang. Hanya bisa dikenali oleh orang-orang yang melihat dunia dari kebaikan, bukan dari kecantikan dan ketampanan, apalagi popularitas dan kekayaan. Hati yang baik tidak dikenali dengan pakaian terkini, tidak juga dengan unjuk kebaikan dan kemesraan di keramaian.

Hati yang baik terbuat dari rasa syukur yang tak terhitung, dari kesederhanaan, dan dari ketulusan. Hati yang baik itu berada di jalan-jalan sunyi, jalan yang selama ini dihindari oleh banyak orang. Tidak menjanjikan ketenaran, juga tidak menjanjikan kemewahan. Hati yang baik menjanjikan kenyamanan dan ketenangan tentang hidup di dunia dan akhirat. Hati yang baik itu menentramkan kekhawatiran.

©kurniawangundi

[sumber gambar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *