Ramadhan #5 : Beranjak

Tulisan ini adalah bagian dari proyek 30 Hari menulis selama bulan
Ramadhan 1437 H. Tulisan ini dibuat oleh ©kurniawangunadi dan akan
dimuat pada pukul 03.25 setiap hari sepanjang bulan ramadhan. Semoga
tulisan ini bisa memberi banyak pemahaman baik.

image

Di umat ini, khususnya di Indonesia. Saya mengamati hampir setiap tahun kita berputar-putar pada persoalan yang serupa padahal dunia telah berubah jauh. Setiap waktu meributkan hal-hal yang itu-itu saja.

Sederhananya, sampai hari ini misal mendekati hari Valentine. Semua orang sibuk membahas tentang halal-haram merayakannya. Padahal hukumnya sudah jelas. Atau ketika saudara kita yang Nasrani hendak merayakan hari Natal, kita kembali lagi sibuk membahas boleh mengucapkan atau tidak. Di banyak sekali momen, bahkan di momentum ramadhan seperti ini nanti ketika menjelang hari raya. Kita kembali sibuk berdebat tentang tanggal 1 syawal. Golongan yang satu dengan yang lain tetap bersikukuh mempertahankan “caranya”. Sepaham saya sebagai awam, kita diajarkan untuk mengutamakan kebersamaan. Bukan kelompok.

Saya teringat tentang cerita seorang salih yang berbeda paham tentang doa qunut. Beliau bersedia tidak memakai Qunut ketika salat subuh di tempat orang lain yang tidak menggunakannya, padahal biasanya beliau menggunakannya ketika subuh. Demi keutuhan dan kebersamaan umat. Bukan justru bersikeras mempertahankannya.

Kembali lagi, kita seolah tidak beranjak dari perkara-perkara yang itu-itu saja. Agama ini tidak hanya membahas soal hubungan lawan jenis dan segala cinta-cinta yang berkaitan dengan itu. Saya sampai pada satu titik dimana ingin sekali meneriakkan bahwa mau sampai kapan kita membahas tentang halal haramnya pacaran padahal itu hukumnya sudah jelas. Kapan kita beranjak membahas isu yang lebih mutakhir. Tiongkok saja sudah pergi ke luar angkasa, disusul oleh India. Mau sampai kapan umat ini hanya belajar tentang itu-itu saja seolah tidak ada habisnya?

Bahkan kemudian itu menjadi komoditi untuk menjual berbagai macam seminar dan buku-buku nuansa merah jambu yang khas. Kapankah kajian-kajian kita bersinergi antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama? Kalau penyampai ilmu agama dan penyampai ilmu pengetahuan selalu orang yang berbeda? Yang paham agama hanya paham agama, dan yang paham ilmu pengetahuan hanya paham ilmu pengetahuan. Padahal kandungan kitab suci Al Quran memuat keduanya dalam satu waktu.

Akibatnya saya mendapati begitu kajian yang keliru. Ketika seorang penceramah bicara tentang sains dan teknologi, keliru. Juga sebaliknya. Hanya saja saya lebih sering bertemu yang bertama, ketika begitu banyak “ahli agama” tidak memahami sains dan teknologi, bahkan setiuasi politik ekonomi dan hal-hal lain yang bersifat kekinian.

Kita pun jangan latah. Urusan untuk membawa islam kepada kemuliaan adalah tanggungjawab besar. Jangan mudah terbawa arus. Kita sebagai generasi muda, juga jangan mudah digiring kepada masalah-masalah yang itu-itu saja. Apalagi kita sedang menjadi target manis dari seminar-seminar pernikahan dan sebagainya. Pernikahan itu penting, tapi tolong pahami bahwa urusan kita tidak hanya itu. Pelajari dengan bijak dan segera berbuat lebih banyak.

Di negeri lain, islam itu sedang dihancurkan. Kita ketinggalan ratusan tahun dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dari umat lain. Kita kalah dalam hal pengalaman nilai-nilai islam itu sendiri. Sesederhana kebersihan adalah sebagian dari iman, lingkungan kita tidak pernah mencerminkan kita semua sebagai orang islam.

Kadang, saya merasa sedih dengan kondisi ini. Kita sibuk membahas perbedaan satu sama lain, padahal sesama orang yang mengaku berislam. Mengkafirkan sana sini, bersikeras dengan pendapat golongannya. Kita lupa bahwa urusan kita tidak hanya membahas tanggal 1 syawal, valentine, tahun baru, dan pacaran, dan hal-hal seputar itu. Semua itu sudah jelas hukumnya, ulama-ulama terdahulu sudah membahasnya dan menjadi begitu banyak fatwa. Jangan kita kembali terus ke belakang. Mari kita beranjak.

©Kurniawan Gunadi

image source here

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *