Salah Paham

Sering dalam berinteraksi sehari-hari, kita salah paham terhadap sesuatu. Apa yang disangka A ternyata sebenarnya B, apa yang disampaikan bermaksud baik tapi kita salah memahami dan merasa apa yang disampaikan bermaksud buruk. Ya, kita sering salah paham.

Di antara begitu banyak kesalah pahaman, kita juga sering salah paham kepada Tuhan. Menyangka bahwa keterpurukan, kekhawatiran, serta apa-apa yang sedang kita jalani ini adalah buruk. Padahal, kita sajalah yang belum bisa menangkap maksudNya dengan baik.

Juga saat berdoa, bahkan untuk urusan-urusan seperti harapan. Kita berdoa ingin sesuatu. Seringkali, jalannya tidak langsung dikabulkan begitu saja. Tuhan memberikan jalan memutar, kita harus menempuh dan melewati jalan-jalan yang membuat kita merasa Tuhan tidak adil, Tuhan tidak mengabulkan doa kita. Padahal, jalan itulah yang sebenarnya mengantarkan kita pada doa dan harapan itu. Hanya saja, begitu banyak yang memilih berhenti ditengah perjalanan.

Doa kita tidak terkabul bukan karena Tuhan tidak memberikannya, melainkan kita sendiri yang menolaknya. Dengan menolak caraNya, dengan menolak untuk menjalani jalan yang disediakan untuk sampai kepada harapan. Kita seringkali salah paham kepada Tuhan.

Hujan yang jatuh ini adalah rahmat, kita menyangkanya bencana. Sebab hujan telah membuat kita harus menunda janji atau kehilangan sesuatu. Kita sering juga gagal mengambil sudut pandang. Kemampuan kita melihat sesuatu amat terbatas, sedangkan Dia bisa melihat semua rangkaian peristiwa baik yang di masa lalu, sedang terjadi, dan akan terjadi.

Untuk itulah, kita seringkali dinasihati untuk berprasangka baik, Kepada semua makhluk, juga kepada Pencipta. Sebab, Dia sesuai dengan persangkaan kita kepadaNya.

Yogyakarta, 24 November 2017 | ©kurniawangunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *