Shabira Belajar Syukur

Sudah dua hari ini Shabira memiliki adik baru, adik sebab persusuan. Dan sudah dua hari ini, adiknya ikut tinggal di rumah kami yang mungil. Beberapa hari ke depan, adik Shabira akan tinggal di rumah kami. Dan ritual begadang tengah malam kami, kembali terulang.

Kami sering berbicara kepada Shabira bahwa ia adalah anak yang baik, anak yang pengertian, anak yang selalu bersedia berbagi. Termasuk berbagi ASI kepada saudaranya. Dan alhamdulillah, Shabira sangat mudah diajak bekerja sama. Meski tetap saja, kami beraktivitas bak ninja, sulap sana sulap sini. Ternyata begini rasanya punya dua anak, tapi umurnya hampir sama.

Kami berbagi peran, beberapa hari ini. Pekerjaan rumah agak terbengkali, tapi itu tidak sedang menjadi prioritas. Bagi kami, anak-anak ini adalah prioritas. Istri saya juga mengundang teman-temannya yang luang untuk ke rumah waktu siang, ikut membantu merawat dua anak kami yang luar biasa ini. Shabira dan adiknya, sungguh akur. Bangun satu, bangun semua. Tidur satu, tidur semua.

Dari kejadian ini pula, kami berkali-kali berkata kepada Shabira agar ia selalu bersyukur memiliki apa yang ia miliki sekarang. Memiliki ayah dan ibu, memiliki badan yang sehat, bisa minum ASI secara penuh, punya rumah yang menjadi tempat teduh, dsb.

Bertahun mendatang, hari ini akan menjadi cerita. Shabira juga akan tahu jika ia memiliki saudara sepersusuan yang pernah tinggal serumah saat ia masih kecil, meski hanya beberapa hari. Semoga, bertahun mendatang, mereka berdua bisa menjadi perempuan-perempuan yang tangguh, yang selalu menjadi doa untuk kedua anak kami.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *