Menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia.

Kecantikanmu itu berbeda. Aku melihatnya setiap hari dengan mata kepalaku. Cantikmu itu mengalir dalam sifat, seperti ketaatan, keikhlasan, kesabaran, dan hal-hal yang membuatku merasa tentram.

Aku sengaja menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia. Sebab, dunia kita adalah dunia yang kita bangun dengan kepercayaan bahwa yang kita lihat dengan mata ini adalah fana. Semuanya akan berakhir, cantik akan menua, kekayaan takkan dibawa mati, dan hal-hal lain yang akan berakhir.

Aku menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia, biar orang melihat dan merasakan kecantikanmu dari akhlakmu. Bukan dari hasil riasan berjam-jam dan baju kekinian yang kemudian kamu pajang di halaman media sosialmu. Orang akan mengenalmu dari kebaikan budi, kebermanfaatan, peran, pemikiran, kecerdasan, sumbangsihmu pada umat, dan hal-hal lain yang jauh lebih bermakna dari pakaian dan riasan.

Aku akan menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia. Agar kamu bisa menjadi dunia yang terbaik bagi anak-anak kecil yang lahir di rumah tangga kita. Menjadi dunia yang layak untuk tumbuh besar mereka. Dunia yang akan mengajarkan mereka dan membuat mereka tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.

Biar dunia kita ini sunyi, sepi.

Kita tidak harus dikenal banyak orang untuk bisa menjadi lebih bermanfaat, untuk memiliki nilai lebih sebagai manusia. Kita hanya perlu menjadi orang baik, berbuat baik, membantu banyak orang, berkata-kata yang baik, lemah lembut terhadap semua makhluk, bekerja dengan ikhlas, berbakti kepada orang tua, berbuat baik pada tetangga, menyanyangi anak-anak, dan semua kebaikan lain yang bisa kita lakukan tanpa harus berdandan terlebih dahulu, tanpa harus memiliki kuota internet untuk memuatnya dalam live video.

Kita tidak perlu mencatatnya, dua malaikat kecil di sisi kita sudah melakukannya untuk kita. Setiap hari, tanpa lelah.

Untuk itu, izinkan aku untuk menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia, istriku 🙂

Yogyakarta, 7 November 2017 | ©kurniawangunadi

ajinurafifah:

Rules menjadi istri yang supportif dalam pekerjaan (ala Apik) : nggak malu (dengan apapun pekerjaan suami), nggak banyak menuntut, nggak bosan bersyukur, dan nggak berhenti upgrade ilmu.

Katanya, istri magnet rejeki kan? Saya setuju. Tapi istri juga bisa jadi magnet atas rejeki yang nggak halal itu datang.

Jangan bosan, untuk kita sebagai perempuan, supaya terus mengupgrade pengetahuan dan prinsip kita–tentang halal haram harta. Terus belajar untuk jadi alarm bagi pekerjaan suami, mengingatkan untuk zakat serta sedekah, dan menguatkan kalau-kalau perlu hijrah–meski harus meninggalkan jabatan, harta, dan hal duniawi lainnya kalau ternyata…iklim kerjanya malah mendekatkan keluarga pada hal-hal yang haram.

Jangan bosan menekan ego dan nafsu kepengen ini kepengen itu supaya nggak menstimulus suami untuk mengerjakan hal yang enggak-enggak. Jangan bosan untuk bersyukur atas berapapun dan apapun pemberian suami.

Jangan bosan mendidik diri dan keluarga, untuk memahamkan bahwa rejeki yang baik bukan yang banyak, melainkan yang berkah.

Yang kuat, kita! 😉

LAPORAN DONASI MENENTUKAN ARAH

Alhamdulillah, hari ini 28 Oktober, saya dan @ajinurafifah sudah kembali ke Yogyakarta setelah sepekan di Malang. Satu bulan yang lalu, kami membuat campaign di kitabisa.com tepat di hari pernikahan kami. Melalui sebuah buku, kami mengajak teman-teman untuk ikut berbuat baik membantu pembangunan mushala dan TPA Ar Rohmah di daerah Malang Selatan.

Kami telah menyampaikan amanah tersebut hari Rabu kemarin. Syukur alhamdulillah, kami tidak pernah menyangka apa yang kami lakukan bisa sampai sejauh ini. Juga tidak pernah menduga antusias teman-teman untuk ikut berbagi di hari baik tersebut begitu luar biasa.

Saya dan Apik, secara pribadi mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Juga permohonan maaf atas segala ketidaktelilitan, kelalaian, dan berbagai hal yang sempat terjadi saat campaign berlangsung.

Laporan pertanggungjawaban detail donasi bisa teman-teman buka di tautan ini : LAPORAN DONASI

Semoga Allah menjadikan kebaikan ini sebagai pahala yang terus mengalir, aamiin.

Yogyakarta, 28 Oktober 2016

Kurniawan Gunadi dan Aji Nur Afifah

Keluarga : Pakaian

“Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka,” (QS. Al-Baqorah: 187)

Tepat dua pekan melewati hari pernikahan. Rasanya ingin menulis banyak hal, hanya saja proses awal-awal pasca nikah ternyata tidak sederhana. Pindahan, menata rumah, menyambung silaturahmi, menyesuaikan ritme, dll. Saya jadi paham mengapa dulu teman-teman saya sewaktu awal-awal menikah tiba-tiba seperti menghilang. Memang ada proses adaptasi dan hijrah, sesuatu yang memerlukan waktu. Saya jadi paham posisi tersebut dan menyesal mengapa dulu pernah berprasangka.

Terkait dengan ayat Al Quran yang saya tera pada awal tulisan. Saya baru benar-benar mengerti ayat tersebut ketika sudah menjalaninya. Puluhan tulisan penjelasan di berbagai artikel dan tafsir tidak pernah bisa menjelaskan secara utuh ayat tersebut kecuali benar-benar menjalaninya. Menurutku begitu.

Memaknai makna kata pakaian pada Al Baqarah 187 benar-benar membuat saya bersyukur. Sebab memilih dan menentukan pasangan hidup benar tidak sederhana, tidak sekadar cantik, sekadar pintar, sekadar kaya, sekadar terkenal. Pasangan yang bisa menjadi pakaian bagi diri kita, carilah orang yang benar-benar bisa menjadi pakaian itu. Yang nyaman kita kenakan, yang membuat kita leluasa, yang membuat kita aman, lagi terjaga.

Saya bersyukur sebab saya merasa pasangan saya benar-benar menjadi pakaian bagi diri saya, saya hanya mengkhawatirkan apakah saya bisa menjadi pakaian baginya juga?

Ada hal-hal yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, hanya bisa dijelaskan dengan menjalani dan melakukan. Hanya bisa diresapi dengan cara tersebut. Saya doakan semoga teman-teman bisa menemukan pasangan yang benar-benar bisa menjadi pakaian yang nyaman dan aman untuk teman-teman. Pasangan yang pandai menjaga dan terjaga, yang pandai melindungi dan terlindungi. Hal-hal yang tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh kecantikan, ketampanan, kekayaan, dan segala atribut yang tampak oleh mata.

Yogyakarta, 8 Oktober 2016 | ©kurniawangunadi

Berbagi Kebaikan di Hari Pernikahan

“MENENTUKAN ARAH”

Menentukan Arah adalah buku tipis sejumlah 104 halaman yang kami tulis dalam rangka merayakan pernikahan. Saya dan @ajinurafifah menulis buku ini dan kami cetak secara terbatas. Hanya ada 280 eksemplar yang akan tersedia pada pemesanan di www.kitabisa.com nantinya.

Untuk lebih jelasnya, simak FAQ berikut :

1. Kapan bisa dipesan? Menentukan Arah bisa dipesan tanggal 23 September 2016

2. Bagaimana cara memesannya? Buku ini akan tersedia di situs donasi www.kitabisa.com dan link donasi baru akan dibuka pada pukul 10.00 WIB di tanggal 23 September 2016. Silakan ikuti petunjuk untuk donasi di sana untuk mendapatkan buku ini.

3. Dimana tautan (link) pemesanannya? silakan klik www.kitabisa.com/apikdangun pada 23 September 2016 jam 10.00 WIB

PS : kalau dibuka saat ini belum bisa, nanti tanggal 23 ya 🙂

image

3. Berapa harga buku Menentukan Arah? Harga buku ini adalah Rp. SEIKHLASNYA. Jadi teman-teman bisa membelinya dengan harga berapapun tanpa ada batasan minimal dan maksimal. Harga yang teman-teman berikan tidak termasuk biaya kirim dari Yogyakarta.

4. Mengapa harga buku seikhlasnya? Jadi, buku ini memang dibuat dalam rangka merayakan pernikahan. Kami ingin berbagi juga mengajak semua orang untuk ikut merayakan pernikahan kami dengan berbagi. Seluruh hasil penjualan dari buku Menentukan Arah akan masuk ke “dompet kebaikan” di www.kitabisa.com dan akan didonasikan untuk bantuan sosial. Kami akan meng-update laporan penyaluran dana ke email pembeli nantinya.

5. Berapa buku yang tersedia, katanya cetaknya terbatas? Benar, hanya tersedia 280 EKSEMPLAR buku Menentukan Arah yang bisa dipesan di www.kitabisa.com. Atas kondisi tersebut, kami juga mohon maaf kepada teman-teman karena SETIAP ORANG HANYA BISA MEMBELI MAKSIMAL SATU BUKU. Jadi rumusnya adalah : satu pembeli = satu donatur = 1 buku.

6. Sampai kapan pemesanan dibuka? Waktu pemesanan dibatasi oleh jumlah buku. Artinya saat buku ke 280 sudah dipesan, otomatis pemesanan akan ditutup.

Terima kasih untuk teman-teman semua yang telah menunggu buku ini. Sekaligus niat baiknya untuk berbagi 🙂

Salam Hangat,

Aji Nur Afifatul Hasna – Kurniawan Gunadi

Informasi :

Langitlangit +62857-7272-4343

Link Pemesanan :

https://kitabisa.com/apikdangun

MENENTUKAN ARAH

Ini bukanlah buku Arah Musim seperti yang ingin saya rilis sebelumnya, Arah Musim saya tunda hingga Oktober 2016 insyaAllah.

Menentukan Arah adalah buku yang saya dan @ajinurafifah tulis dalam rangka merayakan pernikahan yang insyaAllah akan kami laksanakan di bulan september 2016 ini. Kami menulis buku setebal 104 halaman yang berisi tentang pemaknaan kami tentang berbagai hal dalam rumah tangga.

Buku ini kami buat juga dengan tujuan untuk merayakan pernikahan kami dengan berbagi, berbagi pemikiran, juga berbagai kebaikan. Kami berharap kebaikan pernikahan ini tidak hanya untuk kami, tapi juga untuk alam semesta.

Melalui buku ini, kami juga mengajak teman-teman siapapun-dimanapun untuk ikut serta merayakan kebahagiaan ini bersama-sama. Buku ini kami sediakan secara terbatas dan memang sangat terbatas dan bisa teman-teman miliki dengan membelinya di www.kitabisa.com yang baru akan kami rilis tanggal 23 September 2016.

Teman-teman bisa membeli buku ini dengan harga berapapun – seikhlasnya, seluruh hasil dari buku ini akan didonasikan untuk kegiatan sosial/amal. Semoga kita semua bisa meringankan beban hidup orang lain sebagai wujud rasa syukur atas kemudahan, rezeki, dan kebahagiaan yang kita miliki saat ini.

Kami juga mohon doanya, semoga dengan pernikahan ini kami bisa menjadi berkali-kali lipat dayanya untuk melakukan lebih banyak hal baik. Aamiin.

Salam Hangat,

Aji Nur Afifatul Hasna – Kurniawan Gunadi

MENENTUKAN ARAH

Inilah alasan #ArahMusim ditunda rilisny, insyaAllah #MenentukanArah akan rilis pada 23 September 2016. Buku ini dibuat secara khusus dan terbatas. Saya dan Aji Nur Afifah bersama menulis buku sejumlah 102 Halaman ini untuk merayakan niat baik kami untuk menikah yang insyaAllah akan kami ikrarkan dalam waktu dekat.

Buku Menentukan Arah akan tersedia di situs milik teman kami di FORUM INDONESIA MUDA yaitu uda @alfatihtimur : www.kitabisa.com pada tanggal 23 September 2016, bisa DIBELI DENGAN HARGA BERAPAPUN-SEIKHLASNYA dan 100% hasil dari buku akan kami donasikan untuk kegiatan amal dan sosial.

Buku ini berisi catatan sudut pandang kami tentang kehidupan. Juga tentang bagaimana kami memandang hal-hal yang selama ini menjadi kekhawatiran-juga harapan.

Kami ingin merayakan kebahagiaan kami dengan berbagi. Juga mengajak siapapun yang ingin merayakan kebaikan bersama-sama. Semoga menjadi pahala yang baik untuk kita semua.

Kami mohon doanya semoga niat baik kami bisa berjalan dengan lancar, memperoleh keberkahan dari Allah SWT.

Dan bagi teman-teman yang tak sabar ingin memiliki  #HujanMatahari, #LautanLangit, #TemanImaji, ketiga buku ini bisa dipesan pada 1 September 2016 via kurniawangunadi.com dan bisa dipesan untuk teman-teman di Indonesia dan Malaysia.

Informasi :
Indonesia +62-857-7272-4343
Malaysia +60-13-216-7518

instagram :

@langitlangit.yk

?