Betapa mengecewakannya bila engkau terbebas dari kesibukan tetapi tak jua menghadap kepada-Nya. Atau, bila engkau memiliki sedikit rintangan tetapi tak jua beranjak kepada-Nya

peluang yang hilang tak akan pernah kembali

Ibn Athaillah – Al Hikam

Takutlah bahwa bila kebaikan Allah selalu engkau peroleh pada saat engkau tetap berbuat maksiat kepada-Nya, itu lambat laun akan menghancurkanmu.

“Kami nanti akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui” (QS 7:182)


ibn Athaillah – Al Hikam

Kemaksiatan yang menimbulkan rasa hina dan rasa penyesalan lebih baik daripada ketaatan yang menimbulkan rasa bangga dan kesombongan

Kesalehan dan ketaatan yang memunculkan kecongkakan spiritual dan kepuasan diri lebih buruk ketimbang keburukan yang memunculkan ketawadukan dan penyesalan.

Ibn Athaillah – Al Hikam


Ini juga untuk berkaca pada setiap orang yang merasa bahwa pemahaman agamanya baik, janganlah serta merta men-judge seseorang dengan sudut pandang keimanan dan agama yang kamu pahami. Lihatlah manusia sebagai manusia, bahwa proses perjalanan menuju Tuhan yang dimiliki setiap orang itu beda-beda. Janganlah dengan pemahaman agama yang kamu miliki, kamu asyik menyalah-nyalahkan perbuatan orang lain tanpa meluruskannya, asyik berbantah-bantahan tentang mana yang baik dan benar. Menyampaikan kebenaran dengan cara yang buruk tidak akan memperbaiki apa-apa. Justru memperburuk keadaan.

Keimanan dan ketaatan itu menimbulkan kerendahan, jika sebaliknya. Maka berhati-hatilah.

Penolakan dari Allah terasa pedih bagimu hanya karena engaku tak mengerti rahmat Allah dibalik penolakan itu

Pengetahuan tentang cara-cara Allah dimulai dengan memahami dan mengalami hal-hal yang berlawanan, serta menyadari bahwa Dia-lah Pencipta semua keadaan.


Ibn Athaillah – Al Hikam

Allah mengetahui ketidakseriusan hamba-Nya dalam berhubungan dengan-Nya,sehingga Dia menjadikan ketaatan kepada-Nya sebagai kewajiban mereka.Maka,Allah menggiring mereka pada ketaatan dengan rantai kewajiban.Tuhanmu kagum dengan orang-orang yang digiring ke surga dengan rantai itu

Al Hikam – Ibn Athaillah