CeritaJika #57 : Jika Istrimu Seorang Anak Semata Wayang

Suamiku, pernahkah terlintas dipikiranmu untuk mempunyai istri seorang anak tunggal dari keluarganya? Seorang anak tunggal yang dikenal manja, egois, dan mempunyai orang tua yang begitu protektif. Terdengar begitu berat kan mempunyai seorang istri yang merupakan anak semata wayang?

Anak semata wayang, panggilan itu yang biasanya aku dapat saat ayah atau ibuku menceritakanku pada keluarga, sahabat, maupun kenalannya dengan wajah yang begitu bangga karena memiliki aku, satu satunya buah hati mereka.

Ayah menamakanku “one” dalam bahasa inggris ini berarti satu, aku tak tahu mengapa mereka memilihkan nama itu untukku, yang melenceng jauh dengan nama lengkapku. Kata ibu, itu artinya aku harus menjadi yang kesatu dalam berbagai hal. Mungkin ini yang selalu membuatku terobsesi mendapatkan peringkat satu atau juara satu di setiap lomba yang ku ikuti.

Suamiku, menjadi anak tunggal membuatku mudah mendapatkan yang aku inginkan, aku bahkan tak perlu meminta kepada ayah, ia akan menyediakannya untukku, aku telah terbiasa hidup dengan kebutuhanku selalu terpenuhi. Perhatian berlebihan yang kudapat dari ayah dan ibuku membuatku menjadi sosok yang manja yang selalu ingin mendapatkan perhatian.

Tapi, ketahuilah suamiku. Menjadi anak semata wayang yang selalu di elu-elukan oleh ibu dan ayahnya, itu membuatku terus berusaha menjadi yang terbaik. Terkadang aku harus menyembunyikan kegagalanku di hadapan mereka, aku tak ingin mengecewakan mereka sebab mereka hanya memiliki aku untuk di banggakan.

Aku mungkin memang mudah mendapatkan apa yang kuinginkan, tapi aku tak bisa melihat ayah yang terkadang menambah jam kerjanya untuk menuruti keinginanku. Semakin aku dewasa semakin aku tak ingin meminta apapun lagi dari mereka. Keberadaan mereka sudah cukup buatku. Suamiku, maafkan jika kelak aku bersikap egois, ketahuilah aku sangat menyayangimu.

Suamiku, aku ingin meminta izinmu, apakah nanti kau keberatan jika kita tinggal bersama dengan Ayah dan Ibuku? Kau tentu tahu menjadi anak satu-satunya di keluarga membuatku tak tega hidup jauh dari mereka.

Kau juga harus terbiasa jika nanti aku bersikap manja padamu, dan kau juga harus terbiasa jika nanti aku akan memberikan perhatian yang kadang berlebihan untukmu. Seperti yang biasa aku dapatkan.

Aku berjanji akan terus mendukungmu, berdiri di sampingmu, menggenggam tanganmu, karena aku tak ingin membiarkanmu merasa kesepian, aku tahu bagaimana rasanya sepi itu.

Suamiku, berjanjilah padaku kau tak akan malu jika beristri seorang anak semata wayang yang terkenal manja dan kekanakan ini. Berjanjilah kau akan selalu ada untukku, berjanjilah kau akan menjadi imam yang baik untukku dan untuk anak-anak kita nanti.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Pengirim cerita :

Annisa Nurul Amalia
Siswi Kelas XII  SMAN 1 Bantaeng – Sulawesi Selatan

||| tentang proyek menulis cerita jika, klik X