Tulisan : Ketidaknyamanan

Kejujuran/kebenaran dan keterusterangan. Dua hal yang mungkin sering kita hindari. Sebab dua hal inilah yang membuat kita seringkali khawatir, cemas, dan berusaha keras mengingkarinya.

Pernahkah berusaha untuk terus terang kepada orang tua terkait keinginanmu, sementara mereka memiliki harapan yang lain? Atau pernahkah kamu mendapatkan kritik yang jujur dari seseorang atas segala sikap dan sifatmu, sementara kemudian kamu berusaha untuk menyangkal dan membuat pembenaran?

Pernahkah kamu jujur menyampaikan ketidaksukaan dan ketidakcocokanmu pada pimpinan, pada teman, orang-orang dekat?

Atau seperti, bagaimana kamu menyimpan segala bentuk cerita di masa lalumu. Bukankah rasanya sulit untuk jujur dan terus terang kepada orang-orang? Bukankah rasanya takut dan khawatir jika orang lain mengetahuinya?

Atau bagaimana rasanya jika kamu mendapati kebenaran atas seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu, kala ia berterus terang padamu atau kamu mendengar kebenaran dari orang lain akan masa lalunya yang sulit kamu terima (juga keluarga seandainya mereka tahu). Bukankah kamu semakin khawatir untuk melanjutkan hubungan dengannya?

Kejujuran dan keterusterangan. Dua hal yang jarang diajarkan di kehidupan kita. Kita sibuk memendam prasangka, sibuk memendam ketidaksetujuan, mengkritik di belakang. Kita juga tidak diajarkan untuk siap menerima kejujuran dan keterusterangan dari orang lain. Tidak mudah memang, juga sulit untuk mengakui jika diri ini memang salah dan keliru. Kita sibuk menutup rapat kebenaran-kebenaran atas diri kita sendiri bahkan. Memanipulasi kebahagaiaan. Menenggelamkan diri dalam kepalsuan, ketidakjujuran, dan tertutup.

Rumah, 10 Februari 2017 | ©kurniawangunadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *